[Flash 9 is required to listen to audio.]
0 plays

Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

Tak terasa sudah sebulan aku meninggalkan kota itu. Kota yang selama ini menjadi tempat tinggal, tempat belajar, bermain, bertemu sahabatku dan juga tempat mantan gebetanku *upsss kok jadi kesini sih*. Disana aku mendapat banyak sekali pelajaran dan kenangan.
Namun sekarang hal itu cuma tinggal kenangan belaka. Kini, realitanya aku terjebak dalam rutinitas ibukota yang membosankan dan mengecewakan aslinya. Rutinitas yang menjadikan kita laksana mesin tanpa bisa menikmati indahnya hidup ini. Rutinitas yang diawali dengan bangun di pagi hari, lalu buru-buru berangkat agar tidak terjebak dalam kemacetan. Sampai ditempat kerja langsung disambut dengan setumpuk kerjaan, dan akhirnya ditutup dengan kemacetan hingga malam hari. Dan begitu kembali kerumah badan sudah terasa sangat amat lelah, dan ingin segera terlelap dalam tidur tuk mengisi tenaga untuk kembali melakukan rutinitas esoknya.
dan dikota ini, tidak lagi kutemui keramahan, yang ada hanya kecuekan saja atopun mereka yang tenggelam dalam smartphone mereka. Tidak ada lagi kulihat saling sapa bila berpapasan, yang ada hanya saling serobot dijalan dan saling beradu klakson. Dimana hasil pendidikan mereka selama ini? tidak nampak sedikitpun yang bisa kulihat. Hanya ego mereka saja yang nampak dengan jelas.
Tapi mau gimana lagi, begitulah kenyataannya. Yang jelas aku tidak mau berubah karena tinggal dikota itu. Aku masih akan bersikap seperti waktu masih tinggal dikotaku dulu. Akan aku tunjukkan pada mereka beginilah cara kotaku dalam berperilaku. Meski perjalananku baru saja dimulai, tapi aku yakin aku akan menaklukan ibukota ini.

Hati seorang wanita layaknya samudra luas..
Penuh dengan misteri dan teka-teki..
Banyak hal yang harus di pahami dan di mengerti untuk seorang Adam memiliki Hawa..
Namun, sekali mereka mencinta..
Kesetiaanlah yang akan mereka berikan..
Sasha Meisha

Ibu Presiden #Jancukers Ani Sujiwo Tejo a.k.a @sudjiwotedjo at Stand Up Comedy Show Spesial hari Kartini

[Flash 9 is required to listen to audio.]
0 plays

Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku.

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah Mandalawangi.
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin.


Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra,
lebih dekat.

apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

- Soe Hok Gie -